Blog ini dibuat bagi alumni sebagai sarana belajar blogging serta tempat untuk menuangkan kreasinya dalam peningkatan keterampilan menulis

Jumat, 11 Oktober 2013

Artikel: tes

1 komentar
: tes

:
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaa

Pengirim: mas bro

Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/
Read more...

Minggu, 20 Januari 2013

Artikel: dddddddddddddddddddddddddddddddd

0 komentar
: dddddddddddddddddddddddddddddddd

: ddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd

Pengirim: aku




Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/
Read more...

Kamis, 30 Agustus 2012

Artikel: mkan nasim

0 komentar
: mkan nasim

: aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi
aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi
aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi
aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi
aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi aku makan nasi

Pengirim: cinta




Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/
Read more...

Artikel: Makan

0 komentar
: Makan

: aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku
makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan
aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku
makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan
aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan aku makan

Pengirim: MAkan




Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/
Read more...

Jumat, 20 Juli 2012

Artikel: Mendiknas Meminta Orang Tua dan Guru Memb

0 komentar
: Mendiknas Meminta Orang Tua dan Guru Memberi Perhatian Siswa

: Jakarta --- Selain keluarga sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk
membina karakter siswa. "Tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi sekolah juga
diminta untuk memberi sentuhan-sentuhan dialog dari hati ke hati," ujar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai berdialog dengan siswa
yang diamankan pihak kepolisian karena terlibat tawuran usai ujian nasional,
Jumat (20/04).

Menteri Nuh berprinsip bahwa pada dasarnya siswa-siswa tersebut adalah
anak-anak yang baik. Hanya dalam perjalanannya, baik karena lingkungan
maupun keinginan untuk ikut-ikutan mereka terjebak dalam tawuran dan tindak
kriminal. "Tugas kita adalah meyakinkan mereka bahwa mereka masih bisa
berubah ke arah yang lebih baik," ujar Mendikbud pada media yang ikut
menyaksikan dialog Mendikbud dengan siswa dan para orang tua, di ruang
pertemuan Polda Metro Jaya, Jumat (20/04).

Mendikbud mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengamankan para
siswa agar tidak terjebak dalam tindakan kriminal. Dan kepada orang tua,
Menteri Nuh berpesan agar memberi perhatian pada putra putrinya. Mendikbud
menegaskan, pihaknya akan mendukung kepolisian untuk memberi sanksi tegas
pada siswa yang berulang kali melakukan tindak kriminal.

Dan, jika ada sekolah yang siswanya terus menerus melakukan tawuran, Menteri
Nuh mengajak dinas pendidikan kabupaten/kota untuk memberi perhatian lebih
pada sekolah tersebut. "Kalau kepala sekolahnya tidak mampu menangani
siswa-siswi yang nakal itu, mungkin akan kita lakukan penyegaran dalam
sekolah tersebut," tuturnya.

Sebelum berdialog dengan siswa, orang tua, dan kepala sekolah, dari siswa
yang terlibat tawuran, Menteri Nuh terlebih dahulu melihat barang bukti
berupa senjata tajam yang digunakan para siswa dalam tawuran tersebut.
Kebanyakan dari para siswa ini merupakan siswa dari keluarga ekonomi lemah.
"Ayah mereka pekerja keras, bahkan ada yang anak yatim," kata Menteri
Nuh. Dari keterangan yang diperoleh dari Wakil Kapolda Metro Jaya Suhardi
Alius, para siswa berasal dari Tangerang Selatan, Jakarta Barat, dan Bekasi.
(AR)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id

Pengirim: Anton




Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/
Read more...